Ahlia-Mujahid

ALLAH WUJUD TANPA TEMPAT
Who I Follow
Orang yang memendam perasaan seringkali terjebak oleh hatinya sendiri. Sibuk merangkai semua kejadian di sekitarnya untuk membenarkan hatinya berharap. Sibuk menghubungkan banyak hal agar hatinya senang menimbun mimpi. Sehingga suatu ketika dia tidak tahu lagi mana simpul yang nyata dan mana simpul yang dusta.
Tere Liye (via carinogiraffa)

(via ummurumaysa)

(via ukhty-nur)

daimanfiqolbi:

sederhanaindah:

“what happened when a pious man fall in love with sexy girl?”

tiba-tiba ada seorang kawan mengajukan perkara ini. saya tanya kenapa? dia kata ada seorang kawan kami, sedang bercinta dengan gadis tak bertudung + seksi + mencarut. saya tanya mana dia tahu? dia tengok dalam facebook. oh dah berapa…

kita akan diuji dengan apa yg kita katakan. mungkin ini ujian buat dia. dan orang yg ada ilmu Allah ni dia diuji lebih dari orang yang biasa-biasa.
doakanlah utk dia.
ok sedih sgt sbb teringat pada seseorang. *cried

“bukti kejujuran amalannya itu bkn shja pada penampilannya tapi jelas pada akhlaknya serta pergaulannya.

dan bukti tidak jujur amalnnya itu adlh tidak kelihatan pd akhlaknya bahkan yg jls disbaliknya. setiap kali dia bnyk melakukan ibadh, stiap kali itu jugalah bnyk kepura puraannya. moga Allah beri ptnjuk pd mereka2 ini.

setiap ali bnyknya dia berkomitmen dlm agama, stiap kali itulah b’tmbh kerut wajahnya, setiap kali byknya dia berkomitmen dlm agama, stiap kali itulah dia membtskan dirinya dari kelompok manusia.

setiap kali bnyknya dia berkomitmen dlm agama, setiap kali itulah bnyknya dia menghina kelompok2 masyarakat.

dari mne dtgnya semua bnda ini? bknlah sebegini keadaan org yg berkomitmen dlm beragama.
sbbnya tiada pertalian diantara cara ibadah yg dia lakukan atau cara ahli ilmu yg hakikat yg sebenarnya iaitu pertalian hati dengan Allah swt.

kriteria org yg soleh itu jelas kelihatan pd akhlak org yg soleh.”
-Al Habib Ali Al Jufri

ALLAH. T__T

karenapuisiituindah:

Sudah Bukan Aku Lagi

‘Sudah bukan aku lagi’ adalah penjelasan lain dari ‘kehilangan’.
Ya, aku mengerti. Aku harus mengerti.

Terkadang kita memang harus membiasakan diri
terhadap sebuah peristiwa yang menamakan dirinya ‘perpisahan’.
Perpisahan berarti kehilangan.
Separuh bagian atau seluruhnya,
ketika kau berpisah dengan seseorang,
kau akan merasakan kehilangan.

Aku harus menyadari ini, Tuan.
Aku telah kehilanganmu,
sejak kali terakhir mata kita saling bertatapan.
Mungkin nanti, entah berapa lama lagi.
Aku akan terbiasa degan sebuah fakta,
bahwa sudah bukan aku lagi,
yang ada di sana
 : di hatimu, di dalam kepalamu.

Maka biarkanlah,
mungkin memang sudah seharusnya begitu.

‘Sudah bukan aku lagi yang akan mengisi hari-harimu’.

Kalibata, 20 Maret 2013
- Tia Setiawati Priatna

Mungkin. 

(via daimanfiqolbi)